Senin, 02 November 2009

1000 Burung Kertas

Sewaktu Boy dan Girl baru pacaran, Boy melipat 1000
burung kertas buat Girl, menggantungkannya di dalam kamar
Girl. Boy mengatakan 1000 burung kertas itu menandakan
1000 ketulusan hatinya. Waktu itu...Girl dan Boy setiap
detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka
berdua...Tetapi pada suatu saat, Girl mulai menjauhi Boy.
Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis...Ke
Paris...Tempat yang dia impikan di dalam mimpinya
berkali2 itu...Sewaktu Girl mau memutuskan Boy, Girl
bilang sama Boy, kita harus melihat dunia ini dengan
pandangan yang dewasa…Menikah bagi cewek adalah kehidupan
kedua kalinya…Aku harus bisa memegang kesempatan ini
dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak
berani bayangkan bagaimana kehidupan kita setelah
menikah...!!

Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras...dia
pernah menjual koran...menjadi karyawan
sementara...bisnis kecil...setiap pekerjaan kerjakan
dengan sangat baik dan tekun.Sudah lewat beberapa
tahun...Karena pertolongan teman dan kerja
kerasnya,akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia
sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia
masih tidak dapat melupakannya. Pada suatu hari... waktu
hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua
berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali
mereka, mereka adalah orang-tua Girl....Dia ingin mereka
lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempuny ai mobil
pribadi,tetapi juga mempunyai villa dan perusahaan
sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang
miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Boss.

Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti
sepasang orang-tua tersebut. Hujan terus turun tanpa
henti, biarpun kedua orang-tua itu memak ai payung,
tetapi badan mereka tetap basah karena hujan. Sewaktu
mereka sampai tempat tujuan, Boy tercengang oleh apa yang
ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia
melihat di atas papan nisan foto Girl tersenyum sangat
manis terhadapnya. Di samping makamnya yang kecil,
tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy.

Dalam hujan, burung2 kertas itu terlihat begitu
hidup,Orang-tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke
Paris, Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga. Girl
ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang
harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap
Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia
percaya kalau Boy pasti akan berhasil. Girl
mengatakan...kalau pada suatu hari Boy akan datang ke
makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung
kertas buatnya lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di
depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya.

Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti,
membasahi sekujur tubuh Boy. Boy teringat senyum manis
Girl yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu,
hatinya mulai meneteskan darah...Sewaktu orang-tua itu
keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah
membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar
dari dalam mobil tersebut. "Hatiku tidak pernah menyesal,
semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas, 1000 ketulusan
hatiku, beterbangan di dalam angin menginginkan bintang
yang lebat besebaran di langit...melewati sungai perak,
apakah aku bisa bertemu denganmu? Tidak takut berapapun
jauhnya, hanya ingin sekarang langsung berlari ke
sampingmu.

"Masa lalu seperti asap...hilang dan tak kan
kembali…menambah kerinduan
dihatiku...Bagaimanapun dicari, jodoh kehidupan ini
pasti tidak akan berubah."

Senin, 24 Agustus 2009